Nilai Emisi Sukuk Ritel di Indonesia Periode 2013-2023: Apakah Imbal Hasil, Inflasi dan PDB Penting?
Keywords:
Imbal Hasil, Inflasi , PDB, SukukAbstract
Investasi syariah yang semakin diminati adalah sukuk ritel.
Namun, meskipun sukuk ritel memiliki potensi yang besar,
fluktuasi pasar, dan kondisi ekonomi yang tidak menentu,
terdapat penurunan imbal hasil yang terus menerus yang dapat
membuat sukuk ritel kurang kompetitif dibandingkan instrumen
investasi lainnya. Selain itu, fluktuasi jumlah penerbit
menunjukkan ketidakstabilan pasar sukuk yang disebabkan oleh
perubahan kebijakan fiskal atau kondisi perekonomian. Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan analisis data sekunder berupa
data kuantitatif dengan uji regresi time series yang bersumber dari
berbagai website resmi terkait keuangan dan pasar modal.
Metode analisis yang digunakan adalah regresi time series dan uji
asumsi klasik untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil
penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam jangka pendek, imbal
hasil, inflasi, dan PDB tidak mempunyai pengaruh signifikan
terhadap nilai emisi sukuk ritel. Hal ini menunjukkan bahwa
faktor-faktor tersebut memerlukan waktu untuk memberikan
dampak yang nyata terhadap penerbitan sukuk. Namun dalam
jangka panjang, ketiga variabel tersebut terbukti mempunyai
pengaruh signifikan terhadap nilai emisi sukuk ritel. Temuan ini
menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan dinamika
jangka panjang dalam perencanaan dan strategi penerbitan sukuk
ritel, baik oleh pemerintah maupun pelaku pasar keuangan
syariah, untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan
instrumen tersebut.

